BANDA ACEH – MTsN 1 Banda Aceh terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat penyelenggaraan pendidikan yang inklusif, ramah, dan mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan peserta didik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Madrasah Inklusif dengan menghadirkan narasumber dari tingkat pusat. (Rabu, 23 September 2026)
Kegiatan yang diikuti 140 orang tenaga pendidik dan kependidikan MTsN 1 Banda Aceh ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman, kapasitas, dan kesiapan warga madrasah dalam membangun lingkungan pendidikan yang memberikan kesempatan belajar secara setara kepada seluruh peserta didik.
Kehadiran menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Materi yang disampaikan memberikan penguatan mengenai konsep dan implementasi pendidikan inklusif, strategi memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, serta penguatan peran guru dan madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan nondiskriminatif.
Kepala MTsN 1 Banda Aceh, Dr. Hj. Ummiyani, S.Ag., M.Pd.,CPLA yang didampingi ketua ULD Dra. Hj Tarbiati menegaskan bahwa penguatan madrasah inklusif merupakan bagian dari upaya madrasah untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan.
“Madrasah harus menjadi ruang belajar yang terbuka bagi semua peserta didik. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan seluruh warga madrasah memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama dalam memberikan layanan pendidikan yang inklusif, humanis, dan berkeadilan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan inklusif bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan peserta didik tertentu, tetapi juga menyangkut bagaimana madrasah membangun budaya yang menghargai perbedaan, memberikan kesempatan yang setara, serta memastikan setiap peserta didik dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
Sementara itu, Anizar, ST.,M.Pd.,Ph.D. narasumber sekaligus ketua FPMI Pusat memberikan meteri tentang penguatan kepada peserta mengenai pentingnya perubahan cara pandang dalam penyelenggaraan pendidikan. Madrasah didorong untuk tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan individual, potensi, karakter, dan kondisi setiap peserta didik.
Dalam sesi bimtek, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi dan menggali berbagai persoalan yang dihadapi dalam pelaksanaan pendidikan inklusif di lingkungan madrasah. Diskusi tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus mencari solusi terhadap berbagai tantangan dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
MTsN 1 Banda Aceh memandang kegiatan tersebut bukan sekadar agenda pelatihan, tetapi sebagai bagian dari proses membangun budaya madrasah yang inklusif secara berkelanjutan.
Melalui penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, madrasah berharap implementasi pendidikan inklusif dapat semakin nyata dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.
Langkah MTsN 1 Banda Aceh menghadirkan narasumber dari tingkat Pusat sekaligus menunjukkan keseriusan madrasah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan inklusif. Dengan dukungan seluruh warga madrasah, pendidikan diharapkan semakin mampu memberikan ruang yang aman, setara, dan bermakna bagi setiap peserta didik.